KELUARGA BESAR SMP TEGALJAYA IKUT BERBELA SUNGKAWA ATAS MENINGGALNYA AYAH MERTUA DARI BAPAK VINSENSIUS R.M. S.H., Semoga arwah beliau diterima di sisi Tuhan dan diberi ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan


HOME

Photobucket



Your Ad here ...






PROFIL SEKOLAH
KURIKULUM
GUDEP 05.053 05.054
OSIS
GALERI FOTO



Other things ...







Photobucket



oggix.com : <a href=http://oggix.com> Free Shoutbox & Complete Blog Tools</a>

TETAP BERSEMANGAT


Add to Technorati Favorites
Latihan Kepemimpinan OSIS 2008/2009
Latihan Kepemimpinan OSIS 2008/2009
Dalam rangka memantapkan pola kepemimpinan Kepengurusan OSIS SMP Tegaljya periode Tahun Pelajaran 2008 / 2009 diadakan Latihan Kepemimpinan Pengurus OSIS yang dibina oleh Pak Agust Eko Suprianto, S.Pd. Acara latpim kali ini dikemas panitia yang sebagian besar adalah mantan Pengurus OSIS masa sebelumnya.
Dengan semangat seluruh pengurus OSIS terpilih mengikuti rangkaian pelatihan yang dimulai Sabtu tanggal 23 hingga Minggu 24 Agustus 2008.
Dengan lengkapnya kepengurusan dari sisi keagamaan, maka semakin lengkap pula pelayanan yang dapat diberikan kepengurusan ini dengan baik. Hari Minggu tanggal 24 Agustus 2008 para Pengurus OSIS, ikut melaksanakan kegiatan keagamaan di gereja sekitar sekolah. Bagi yang Katolik mengikuti Perayaan Ekaristi di Kapela Rumah Khalwat Tegaljaya, sementara yang Kristen mengikuti Perjamuan Kudus di Gereja Kwanji dan Gereja Protestan Padang Luwih.
Minggu siang acara ini diakhiri dengan makan bersama para guru di lantai dasar SMP Tegaljaya.
Setelah selesai mengikuti pelatihan ini diharapkan para Pengurus OSIS terpilih dapat membaktikan diri sekaligus belajar berorganisasi sebulum nantinya terjun ke masyarakat.



Read more…
MOS 2008 / 2009
MOS 2008 / 2009

Tahun Pelajaran 2008 / 2009 seperti tahun-tahun sebelumnya di SMP T-Jay diawali dengan kegiatan Masa Orientasi Siswa. OSIS SMP T_Jay sebagai Panitia Pelaksana menyelenggarakan aktivitas ini sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan.
Siswa baru dikenalkan dengan seluruh lingkungan sekolah baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosialnya.
Prosedur dan etika pemanfaatan sarana sekolah menjadi bagian yang penting dalam kegiatan ini guna memaksimalkan pemanfaatan fasilitas sekolah secara lebih maksimal.
Pengurus OSIS mendedikasikan tenag pikiran dan waktunya untuk kesuksesan MOS ini.
Semoga dengan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang telah terjadwal dapat memberikan manfaat optimal sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan dalam program ini.
Selamat MElaksanakan MOS 2008 / 2009

Read more…
Pangkalan T-Jay Mengikuti Kegiatan TC Pekan Kekerabatan VIII di BUPER Nangunkerthi
Pangkalan T-Jay Mengikuti Kegiatan TC Pekan Kekerabatan VIII di BUPER Nangunkerthi
Gugusdepan 053 - 054 "KOSAYU" mengikuti Latihan bersama dengan Gudep-Gudep yang berpangkalan di sekolah katolik MPK Keuskupan Denpasar.
Acara yang diikuti oleh mitra didik Penggalang sebanyak 11 regu dengan berbendera Gudep dan atau pangkalan masing-masing sengaja dikumpulkan dalam sesi latihan bersama guna menyatukan visi dam misi sebagai calon "Kontingen TKK MPK Keuskupan Denpasar". Sebagai Satu kontingen yang mewakili MPK Keuskupan Denpasar yang mewilayahi Bali dan NTB bukanlah tugas dan tanggungjawab yang ringan.
Karena besarnya tanggung jawab inilah TKK MPK Denpasar sengaja mengadakan acara yang cukup menyita waktu, tenaga dan pikiran, apalagi kegiatan ini harus dilaksanakan di sela-sela kesibukan sekolah sebagai pangkalan yang saat ini sedang melaksanakan ulangan blok (Sumatif, UAS, atau UAN).
SMP T-Jay sebagai bagian dari MPK Denpasar selalu siap menyukseskan semua kegiatan yang dilaksanakan oleh MPK Denpasar.
SMP T-Jay bersama SD Tegaljaya dalam satu Gugusdepan 053 - 054 "KOSAYU" melaksanakan tugas yang diberikan dengan semangat "satya dan dharma pramuka".
Sejak pagi Peenggalang Gugusdepan 053 - 054 "KOSAYU" telah siap menuju ke tempat kegiatan di Nangunkerthi. Dengan menumpang bis pariwisata para penggalang yang terdiri dari 2 regu putri dan 3 regu putra menuju ke areal kegiatan dengan penuh kegembiraan.
Bis yang diberangkatkan dari pangkalan SD Tegaljaya pukul 10.00 Wita sampai di tujuan pada pukul 11.20 Wita.
Sekalipun jalan yang ditempuh berkelok-kelok layaknya jalan di pegunungan, para Penggalang kita sampai tetap dengan semangat yang membara seperti semboyan "TETAP BERSEMANGAT".
Setelah melakukan regritasi dan urusan administrasi lainnya, tiap regu menuju tenda masing-masing sesuai dengan pembagian tapak tenda oleh panitia.
Pada pukul 15.00 wita upacara pembukaan diawali dengan devile kontingen yang dimotori oleh Gugusdepan Soverdi Tuban dan diikuti kontingen-kontingen (pangkalan/gude lainnya).
Upacara dipimpin oleh Wakil Ketua TKK MPK Denpasar Kak Darius Beda Lazar, sayangnya Ketua TKK, Pengurus MPK, Para Pengurus Yayasan tidak hadir. Biarlah Pramuka tetap semangat apapun dan bagaimanapun keadaaan yang terjadi, mungkin para Beliau ini memang sedang sibuk dengan pelayanan lainnya.
Setelah upacara pembukaan selesai pasukan kita mengikuti aneka kegiatan dengan baik.

Hawa dingin yang menusuk tulang di areal perkemahan tidak menyurutkan semangat para peserta hingga waktu beranjak tidur jam 22.00 Wita.

Read more…
Selamat Paskah
Selamat Paskah
Perjamuan Malam Terakhir
Perjamuan Malam Terakhir
Perjamuan Malam Terakhir
Suatu ketika dalam sebuah pertemuan keluarga, ayahku secara istimewa memberikan wejangan yang sedemikian komplit kepada kami anak-anaknya. Tidak biasanya ayah demikian serius memberikan wejangan dan nasehat. Bahkan satu demi satu nama kami disebut. Ketika tiba pada giliranku, ayah menasehatiku "Azis jadilah selalu Pastor Bonus". Ayah mengharapkan agar saya menjaga dan bertekun dalam penghayatan imamatku. Peristiwa itu terjadi pada tahun 1987. Dan pada tahun 1988 ayahnda meninggal dunia. Kami sekeluarga sepakat bahwa pertemuan penuh wejangan dan nasehat itu adalah pertemuan kami terakhir dengan ayahnda. Saya masih sempat menyimpan catatan wejangan itu dan saya ketik rapi untuk selalu menjadi kenangan dan kekuatan serta semangat sampai sekarang. Umur imamatku sekarang menginjak tahun ke-22. Setiap menjelang Perayaan Misa Kudus Kamis Putih. semua imam di setiap Keuskupan memperbaharui Janji Imamat di depan Bapak Uskup setempat. Kesempatan seperti itu selalu saya pergunakan sebagai "Ulang Janji Prasetya sebagai Imam"

Hari Raya Kamis Putih, adalah perayaan Perjamuan Terakhir Yesus bersama para murid-Nya. Mereka berkumpul di ruang Senakel. Ruangan yang biasa digunakan Yesus berjumpa dengan para purid-Nya. Kali ini perjumpaan yang istimewa, karena Yesus juga memberika wejangan terakhirnya. Karena sejak itu Yesus tidak akan lagi bisa disentuh oleh para murid-Nya. Aneka wejangan Yesus mengingatkan para rasul akan tugas perutusan dan tantangan yang harus dihadapinya. Wejangan pokok yang diungkapkan Yesus pada waktu itu adalah " Kalau Aku Tuhan dan Gurumu membasuh kakimu, kamu pun harus membasuh kaki satu sama lain". Tindakah pembasuhan kaki oleh Yesus kemudian ditutup dengan 'perintah' untuk saling mengasihi satu sama lain. Seperti Bapa mengasihi Aku, Aku mengsihi kamu, maka hendaklah kalian saling mengasihi"

Dimensi pelayanan yang tuntas dilambangkan dengan pembasuhan kaki, yang berarti bersujud merendahkan diri sedalam-dalamnya memegang dan mencuci bagian tubuh yang paling kotor. Ini adalah tindakan paling dasar untuk merendahkan diri. Pelayanan paling tuntas dan mencintai paling utuh sampai kepada hal yang paling kotor. Dari tindakan itulah orang belajar untuk menjadi otentik dengan dirinya sendiri. Jujur pada diri sendiri dan terbuka untuk menerima siapapun apa adanya. Rupanya Yesus telah memberikan pelajaran paling inti kepada para murid-Nya sebelum mereka melihat sendiri bagaimana Yesus melaksanakan-Nya melalui jalan salib dan tampil sebagai sosok 'manusia yang hancur tersalib'. Kerendahan hati, kejujuran dan keterbukaan memang harus diuji di hadapan Tuhan yang tersalib agar menjadi semakin setia.

Benar kata almarhum bapakku dalam wejangan terakhirnya, selalu mengingatkan penghayatan panggilan hidup yang telah dipilih dan dijalani oleh kami anak-anaknya. Bahwa setiap sejarah kehidupan selalu ada 'via dolorosa' perjalanan yang menyedihkan. Pemandangan yang runyam di atas salib. Tapi dalam kesetiaan dan kasih persaudaraan yang demikian kuat dan hebat 'via dolorosa' yang kita lalui menjadi sirna ketika Sinar Kebangkitan Tuhan menampakkan cahaya-Nya pada Fajar Paskah yang merekah.

Marilah kita memasuki Tri Hari Suci misteri sengsara - wafat dan kebangkita Tuhan dengan selalu mengenang kembali aneka wejangan Tuhan kepada para murid-Nya yang adalah kita juga. KIta memasuki misteri Paskah Tuhan dengan API yang pada gilirannya akan kita nyanyikan bersama " Kristus Cahaya Dunia..Syukur kepada Allah". Marilah kita sadari bahwa di tangan kita juga telah tergenggam API ABADI. Api Persaudaraan Kasih dalam Kepramukaan. Kita wujudkan pelayanan yang tuntas dan persaudaraan kasih sebagai perekat kesatuan dan kebersamaan kita khususnya dalam Gerakan Kepramukaan.

Salam

Rm. Azismardopo, SJ



Sumber : http://jabalambang.blogspot.com

Read more…
MINGGU PALMA
MINGGU PALMA
Hosanna
APA ITU HARI MINGGU PALMA? Pernahkah kalian menyaksikan suatu pertunjukan drama hidup, dengan aktor serta aktris yang nyata? Jika mereka berakting dengan baik, mungkin untuk sementara waktu kalian lupa bahwa kalian sedang berada di gedung pertunjukkan. Malahan mungkin kalian tidak sempat berpikir bahwa aktor dan aktris di atas panggung itu hanyalah sedang berpura-pura menjadi orang lain. Dengan kata lain, kalian terbawa dalam peran yang mereka mainkan.

Itulah sebabnya mengapa kita memegang daun-daun palma pada hari ini. Kalian tidak hanya menyaksikan suatu pertunjukan, tetapi kalian diminta untuk berperan serta di dalamnya. Kalian menjadi aktor serta aktris dalam suatu drama yang paling hebat sepanjang masa: minggu terakhir dalam kehidupan Yesus. Dan daun-daun palma adalah perlengkapan kalian.

Adegan diawali dengan Yesus memasuki kota Yerusalem dengan jaya. Di masa silam para raja mempunyai kebiasaan untuk setiap tahun sekali mengunjungi berbagai desa dan kota di wilayah kerajaannya. Kunjungan seperti itu dalam bahasa Yunani disebut "Epifani". Mereka mengadakan sidang dan bertindak sebagai hakim serta menjatuhkan vonis (=hukuman). Mereka juga mengumumkan peraturan-peraturan serta memungut pajak. Sebagian kunjungan epifani bersifat damai, sementara sebagian lagi lebih menyerupai perang.

Rakyat dapat mengetahui tujuan kedatangan raja dengan mengamati bagaimana ia memasuki kota. Pada masa itu kuda harganya amat mahal dan hanya digunakan untuk berperang. Jadi jika raja memasuki kota dengan menunggang kuda, biasanya berarti kerajaan dalam bahaya. Rakyat menjadi kalut dan ketakutan. Jika raja hanya bertujuan untuk mengadakan kunjungan damai, ia akan memasuki kota dengan menunggang keledai.

Cara inilah yang digunakan Yesus Kristus sang Raja untuk memasuki Yerusalem. Yesus bermaksud menyampaikan dua pesan yang jelas kepada rakyat Yerusalem. Yang pertama bahwa Ia adalah raja, yang kedua adalah bahwa Ia bermaksud membawa damai sejahtera.

Yesus datang dari Bukit Zaitun menuju lembah Kidron, di sebelah timur Bait Allah. Perjalanan yang harus ditempuh-Nya menurun dan curam. Selain jalanan di situ sempit dan kotor, hujan musim semi telah membuat jalanan menjadi licin. Orang-orang yang bersorak-sorai menyambut Yesus menebarkan ranting-ranting dan pakaian mereka di jalan supaya keledai Yesus tidak tergelincir. Sementara Yesus menuruni bukit, khalayak ramai meneriakkan "Hosanna!", bahasa Ibrani yang artinya "Selamatkanlah Kami!"

sumber : Romo Richard Lonsdale; Catholic1 Publishing Company; www.catholic1.com

Pohon Palma
MENGAPA RANTING-RANTING PALMA DIGUNAKAN? Hanya Yohanes satu-satunya penginjil yang menyebutkan bahwa ranting-ranting yang mereka gunakan adalah dari pohon palma. Matius serta Markus hanya menyebutkan "ranting-ranting". Lukas malahan tidak menyinggung soal ranting sama sekali, ia hanya mengatakan bahwa orang banyak menghamparkan pakaian mereka di jalan.

Di beberapa negara Eropa, umat merayakan Hari Minggu Palma dengan menggunakan ranting pohon willow atau ranting pohon sejenis, karena pohon palma jarang dijumpai di sana. Beberapa orang menganyam 3 lembar daun palma atau lebih untuk dijadikan salib atau mahkota duri. Tahun depan, daun-daun palma yang telah diberkati pada perayaan Hari Minggu Palma akan dibakar menjadi abu untuk dipergunakan dalam perayaan Rabu Abu.

sumber : Romo Richard Lonsdale; Catholic1 Publishing Company; www.catholic1.com


Label:

Read more…
Santo Yusup
Santo Yusup

Hari Raya St. Yusuf, suami Santa Perawan Maria

Hari ini Gereja mengajak kita untuk merayakan Santo Yusuf, Suami Maria. Lebih daripada seorang suami, Santo Yusuf adalah penjaga keluarga Nazaret. Karena itulah ia juga menjadi pelindung banyak tarekat Imam/Suster, termasuk Yayasan Kolese Santo Yusup. Memang Santo Yusuf tidak begitu banyak diceritakan dan juga tidak banyak dirayakan pestanya, dibandingkan dengan Bunda Maria; Seakan-akan ia hanya sebagai tokoh pelengkap saja dalam kisah kelahiran dan hidup Sang Juruselamat. Meskipun demikian, peranannya tetap perlu kita perhatikan.

Santo Yusuf adalah seorang pribadi yang mencintai dengan tulus. Baginya cinta bukanlah melulu soal perasaan suka atau tidak suka, melainkan suatu perbuatan kehendak untuk membahagiakan pasangan hidupnya. Ketika mendengar bahwa Maria mengandung, St. Yusuf tidak ingin mencemarkan nama baik nama isterinya di muka umum. Itu dilakukan karena ia tetap ingin membahagiakan isterinya, Maria. Dan keinginan ini pastilah lahir dari suatu cinta yang besar. Cinta yang menuntut pengorbanan. Pengorbanan ini pula yang ia berikan saat ia mendapat perintah dari Tuhan untuk tetap mengambil Maria menjadi isterinya dan menjadi ayah bagi anak yang akan dilahirkan kelak. Pengorbanan ini pula yang menguatkannya untuk melindungi sang ibu dan bayinya dari kejaran Herodes.

Cinta yang besar ini ia berikan dengan setia sampai akhir hidupnya. Sayang, St. Yusuf tak bisa melihat puteranya sampai dewasa. Tetapi, namanya tetap dikenal. Yesus disebut sebagai anak tukang kayu. Di sini juga tampak bagaimana Yusuf berusaha pula dengan setia untuk menjadi suami dan ayah yang baik bagi isteri dan anaknya. Ia berusaha memberikan pendidikan yang baik untuk anaknya. Bukankah buah itu tidak jauh dari pohonnya? Maka, sedikit banyak, kehadiran Yusuf sungguh ikut membina dan membentuk Yesus menjadi pribadi yang dikasihi Allah dan manusia (Luk. 2:52).

Maka, saudara-saudara, marilah kita merayakan Hari Raya St. Yusuf dengan penuh rasa syukur. Puji syukur karena kita memiliki teladan seorang suami, seorang ayah yang sangat penuh cinta, rela berkorban dengan setia, dan mendidik anak dengan baik. Dan marilah kita mengikuti teladannya, teladan Santo Yusuf, Sang penjaga keluarga Nazaret.
Tetap Bersemangat


Label:

Read more…